PERNYATAAN
Saya menyatakan bahwa yang tertulis dalam makalah ini benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. Baik sebagian atau sepenuhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam proposal ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah yang sudah ditentukan.
Jambi,14 April 2011
Wakhid Oktaviansyah
NIM. 080646
KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala, sehingga penulis dapat membuat dan menyelesaikan pembuatan proposal ini. Penulisan proposal ini tidak lepas dari hambatan dan rintangan, tetapi berkat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak, kesulitan itu dapat teratasi. Untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan rasa terimakasih sedalam-dalamnya kepada :
1. Kedua orang tua saya yang sangat kucintai dan yang sudah susah payah mendidik saya dari orok menjadi orang yang alhamdulilah dapat melanjutkan belajar ke perguruan tinggi ini.
2. Kepada Bapak Dr. M. Natsir Luts M.pd, yang sudah membimbing, mengajarkan kami bagaimana cara membuat proposal yang baik dan benar.
3. Kepada para teman-teman saya, khususnya jurusan Bahasa Inggris VII A. Yang telah mendukung, dan membantu menyelesaikan proposal ini.
Kemudian atas bantuan dan pengorbanan yang telah diberikan , semoga mendapat berkah dari Allah SWT. Penulis menyadari sepenuhnya dalam penulisan proposal ini masih sangat jauh dari nilai kesempurnaan dan masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, dibutuhkan saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan.
Semoga proposal ini dapat bermanfaat bagi para pembaca, dan semua pihak, serta khususnya di bidang Pendidikan.
Jambi, January 2011
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Proses Pendidikan merupakan suatu system yang terdiri dari input, proses, dan output. Input merupakan peserta didik yang akan melaksanakan aktivitas belajar, proses merupakan kegiatan dari belajar mengajar, sedangkan output merupakan hasil dari proses yang dilaksanakan. Dari pelaksanaan proses tersebut diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing yang tinggi untuk menghadapi persaingan di era globalisasi dewasa ini.
Peningkatan kualitas sumber daya merupakan salahj satu penekanan dari tujuan pendidikan, seperti yang tertuang dalam Undang-Undang NO. 20 tahun 2003 tentang Tujuan Pendidikan Nasional BAB II Pasal 3 yang berbunyi :
“ Pendidikan Nasional bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa. Bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap kreatif, mandiri dan menjadi warga negar yang demokratis serta bertanggungjawab.”
Dengan adanya Undang-Undang tersebut, maka dari waktu kewaktu bidang pendidikan dari bidang haruslah tetap menjadi prioritas dan menjadi orientasi untuk diusahakan perwujudan sarana dan prasarananya terutama untuk sekolah.salah satu tugas pokok sekolah adalah menyiapkan siswa agar dapat mencapai perkembangan secara optimal. Seorang siswa dikatakan telah mencapai perkembangannya secara optimal apabila siswa dapat memperoleh pendidikan dan prestasi belajar yang sesuai dengan bakat, kemampuan dan muinat yang dimilikinya.
Terkait dengan dunia pendidikan, untuk menciptakan manusia yang berkualitas yang berprestasi tinggi maka siswa harus memiliki prestasi belajar yang baik. Prestasi belajar merupakan tolok ukur maksimal yang telah dilakukan siswa setelah melakukan perbuatan belajar selama waktu yang telah ditentukan bersama .
Dalam suatu lembaga pendidikan, prestasi belajar merupakan indicator yang penting untuk mengukur keberhasil proses belajar mengajar. Akan tetapi tidak bias dipungkiri bahwa tinggi rendahnya prestasi siswa banyak dipengaruhi oleh factor- faktor laindisamping proses pengajaran itu sendiri (Suharsimi Arikunto, 1990:21).
Prestasi belajar tidak hanya dipengaruhi oleh factor motivasi, tetapi juga dipengaruhi oleh factor disiplin. Motivasi adalah daya upaya untuk mendorong seseorang untuk melakukan sesuau atau daya penggerak dari subyek untuk melakukan suatu perbuatan dalam suatu tujuan (Sardiman, 2000:71).
Motivasi dirumuskan suatu prose sang menentukan tingkatan kegiatan serta arah umum dari tingkah laku manusia, merupakan konsep yang berkaitan dengan konsep-konsep yang lain sepertti minat, konsep diri, sikap dan sebagainya sehingga dapat mempengaruhi siswyang dapat membangkitkan dan mengarahkan tingkah laku yang dimungkinkan untuk ditampilkan oleh para siswa (Eysenck dalam Slameto, 2003:170).
Sedangkan menurut Noehi Nasution (1993 : 8) moivasi adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk belajar, sehingga hasil belajar pada umumnya meningkat jika motivasi untuk belajar meningkat (Syaiful Bahri Djamarah, 2000 : 119).
Sehubungan dengan hal itu, ada tiga fungsi motivasi :
1. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energy. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak darisetiap kegiatan yang akan dikerjakan.
2. Menentukan arah perbuatan,yakni kearah tujutan yang hendak dicapai.Dengan demikian moivasi dapat meberikan arah dan kegiatan ang harus dikerjakan sesua dengan tujuan dengan rumusan tujuannya.
3. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang bermanfaat bagi tujuan tersebut. Seseorang siswa yang akan menghadapi ujian dengan harapan akan lulus, tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak akan menghabiskan waktunya untuk bermain kartu aau membaca komik, sebab tidak serasi dengan tujuan.
Menurut Soegeng Prijodarmito dalam Tulus dan Tu’u (2004:40) sikap ;, perilaku seseorang tidak dibentuk dalam sekejap. Diperlukan pembinaan, empaan yang terus menerus sejak dini.Melalui tempaan manusia menjadi kuat. melalui tempaan moral dan moral seseorang akan teruji, melalui tempaan pula menjadikan seseorang dapat mengatasi masalah-masalah dengan penuh ketabahan dan kegigihan. Melalui tempaan pula mereka mempunyai nilai tambah. Disiplin tersebut akan terwujud melalui pembinaan sejak dini, sejak usia muda dimulai dari lingkungan keluarga melalui pendidikan yang tertanam sejak usia mudayang semakin lama semakin menyatu dalam dirinya dengan bertambahnya usia.
Sehingga dalam hal ini dalam pendidikan khususnya didalam sekolah disiplin harus bias diterapkan kepada para siswa tertentu saja dengan proses dan cara penerapan sera pembinaan yang berlanjut yang menjadikan siswa mempunyai kedisiplinan dalam dunia sekolah ang berlaku dalam dunia pendidikan.
Dari uraian latar belakang masalah tersebut diatas, maka penulis dalam penelitian ini mengambil judul “ Pengaruh Motivasi dan Disiplin terhadap Prestasi Belajar dalam Berbahasa Inggris Siswa Kelas VII SMP N 30 Pematang Gajah Kabupaten Muaro Jambi Tahun Ajaran 2010/2011 “
1.2 Permasalahan
Dalam penelitian ini permasalahanna akan diteliti adalah sebagai berikut :
1. Adakah pengaruh motivasi terhadap prestasi siswa kelas VII SMP N 30 Pematang Gajah Kabupaen Muaro Jambi Tahun Ajaran 2010/2011.
2. Adakah pengaruh disiplin terhadap prestasi disiplin siswa kelas VII SMP N 30 Pematang Gajah Kabupaten Muaro Jambi Tahun Ajaran 2010/2011.
3. Seberapa besar pengaruh motivasi dan disiplin terhadap prestasi belajar secara bersama-sama siswa kelas VII SMP N 30 Pematang Gajah Kabupaten Muaro Jambi Tahun Ajaran 2010/2011.
1.3 Tujuan Penelitian
Peneliitan ini dilakukan dengan tujuan :
1. Untuk mengetahuai ada tidakna pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar siswa kelas VII SMP N 30 Pematang Gajah Kabupaten Muaro Jambi Tahun Ajaran 2010/2011.
2. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh disiplin terhadap prestasi belajar siswa kelas VII SMP N 30 Pematang Gajah Kabupaten Muaro Jambi Tahun Ajaran 2010/2011.
3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi dan disiplin terhadap prestasi belajar secara bersama-sama siswa kelas VII SMP N 30 Pematang Gajah Kabupaten Muaro Jambi Tahun Ajaran 2010/2011.
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Manfaat Praktis
1. Bagi siswa dapat digunaan sebagai tolak ukur hasil prestasi dalam belajar sehingga siswa dapat melihat prestasi yang telah diraihnya dan untuk dapat lebih meningkatkan prestasi belajar yang lebih baik.
2. Bagi guru sebagai informasi agar lebih dapat meningkakan pengawasan dan proses belajar mengajar.
3. Bagi peneliti dapat menambah ilmu pengeahuan sebagai hasil pengamatan langsung sera dapat memahami penerapan disiplin ilmu yang diperoleh selama belajar di perguruan tinggi.
1.4.2 Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapjan dapat memberikan masukan dalam rangka penyusunan teori atau konsep-konsep baru terutama terutama untuk menerapkan motivasi dan disiplin untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
1.5 Sistematika Penilaian
Secara sistematika penulisan proposal skripsi ini terdiri dari tiga bagian yaitu :
Bagian Pendahuluan, nagian, isi, dan bagian akhir.
1. Bagian Pendahuluan
Bagian Pendahuluan ini meliputi ; halaman judul, abstrak,halaman pengesahan, kata pengantar, kata pengantar, dan daftar isi.
2. Bagian Isi Skripsi
Bab I : Pendahuluan
Dalam bab ini diuraikan tenang latar belakang , permasalahan, tujuan, manfaat penelitian, dan sistematika skripsi.
Bab II : Landasan Teori Penelitian
Bagian ini memaparkan tentang teori yang terkait dengan motivasi dan disiplin terhadap prestasi belajar serta hipotesis.
Bab III : Metode Penelitian
Bagian ini menguraikan tentang metode penelitian, variable peneliitian, meode pengumpulan data dan metode analisis data.
3. Bagian Akhir
Bagian akhir skripsi ini terdiri dari daftar pustaka dan lampiran-lampiran.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Motivasi
Motivasi berasal dari kaa Latin “ moveree ” yang berarti dorongan atau menggerakkan. “ Motivasi sanga diperlukan dalam pelaksanaan aktivitas karena motivasi merupakan hal yang dapat menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia supaya mau bekerja dan antusias untuk mencapai hasil yang optimal” (Malayu S.P Hasibuan 2001:141).
Menurut G.R Terry yang diterjemahkan oleh J Smith D.F.M (2003:130), “ Motivasi dapa diartikan sebagai suatu usaha agar seseorang dapa menyelesaikan pekerjaanya dengan semangat karena ada tujuan yang ingin dicapai.” Manusia mempunyai motivasi yang berbeda tergantung dari banyaknya faktor seperti kepribadian, ambisi, pendidikan dan usia. Motivasi adalah suatu perubahan energy didalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif atau perasaan dari reaksi untuk mencapai tujuan (Mc. Donald dalam Oemar Hamalik, 2003:106).
Menurut Syaiful Bakhri Djamarah (2000:114) motivasi adalah perubahan energy dalam diri seseorang itu berbentuk suatu aktivias nyata berbentuk kegiatan fisik, karena seseorang mempunyai tujuan tertentu dari aktivitasnya, maka seorang mempunyai motivasi yang kuat untuk mencapainya dengan segala upaa ang dapat dilakukan untuk mencapainya.
Seseorang dikatakan berhasil dalam belajar apabila dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar, sebab tanpa mengerti apa yang akan dipelajari dan tidak memaham mengapa hal tersebut perlu dipelajari, maka kegiatan belajar mengajar sulit untuk mencapai keberhasilan. Keinginan aau dorongan inilah yang disebut sebagai motivasi.
Dengan moitvasi yang akan terdorong untuk bekerja mencapai sasaran dan tujuannya karena yakin dan sadar akan kebaikan, kepentingan dan manfaatnya. Bagi siswa moivasi ini sangat penting karena dapa menggerakan perilaku siswa kearah yang positif sehingga mampu menghadapi segala tuntutan, kesulitan serta menanggung resiko dalam belajar.
Dalam kaitanya dengan belajar, motivasi sangat erat sekali hubungannya dengan kebutuhan aktualisasi diri sehingga motivasi paling besar pengaruhnya pada kegiatan belajar siswa yang bertujuan unuk mencapai prestasi tinggi. Apanila tidak ada motivasi belajar dalam diri siswa, maka akan menimbilkan rasa untuk belajar, baik dalam mengikuti proses belajar mengejar maupun mengerjakan tugas-tugas individu dari guru. Orang yang mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar maka akan timbul minat yang besar dalam mengerjakan tugas, membangun sikap dan kebiasaan belajar yang sehat melalui penyusunan jadwal belajar dan melaksanakannya dengan tekun.
Indikator dari motivasi, yaitu :
1. Cita-cita
Cita-cita adalah suatu tarhet yang ingin dicapai. Arget ini diartikan sebagai tujuan yang ditetapkan dalam suatu kegiatan yang mengandung makna bagi seseorang. Munculnya cita-cita seseorang disertai dengan pengembangan akal, moral kemauan, bahasa dan nilai-nilai kehidupan yang juga menimbulkan adanya perkembangan kepribadian.
2. Kemampuan Belajar
Setiap siswa nemiliki kemampuan belajar ang berbeda. Jal ini diukur melalui taraf perkembangan berfikir siswa, dimana siswa ang taraf perkembangan berfikirnya konkrit tidak sama dengan siswa yang sudah sampai pada taraf perkembangan berfikir rasional. Siswa yang merasa dirinya memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu, maka akan mendorong dirinya berbuat sesuau agar dapat mewujudkan tujuan yang ingin diperolehnya dan sebaliknya.
3. Kondisi Siswa
Kondisi siswa dapat diliha dari kondisik fisik dan kondisi psikologis, karena siswa adalah majhluk yang terdiri dari kesatuan psikofisik. Kondisi siswa lebih bias cepat diketahui dari pada kondisi psikologis. Hal ni dikarenakan kondisi fisik lebih jelas menunjukkan gejalanya dari pada kondisi psikologis.
4. Kondisi Lingkungan
Kondisi lngkungan merupakan unsur yang datang dari luar diri siswa yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Lingkungan fisik sekolah, sarana dan prasarana perlu ditata dan dikelola agar dapat menyenangkan dan membuat siswa merasa nyaman untuk belajar. Kebutuhan emosional psikologis juga juga perlu mendapat perhatian, misalnya kebutuhan rasa nyaman, berprestasi, dihargai, diakui yang harus dipenuhi agar motivasi belajar timbul dan dapa dipertahankan.
5. Unsur-unsur dinamis dalam belajar
Unsur-unsur dinamis adalah unsur-unsur ang keberadaanya didalam proses belajar tidak stabil, kadang-kadang kuat, kadang-kadang lemah dan bahkan ilang sama sekali. Misalnya gairah belajar, emosi siswa dan lain-lain. Siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan dan pikiran yang nmengalami perubahan selama proses belajar, kadang-kadang kuat aau lemah.
6. Upaya guru membelajarkan siswa
Adalah usaha guru dalam mempersiakan diri untuk membelajarkan siswa mulai dari penguasaan materi, cara menyampaikannya, menarik perhatian siswa dan mengevaluasi hasil belajar siswa.
Motivasi mempunyai fungsi yang sangat penting dalam belajar siswa, karena motivasi akan mmenentukan intensitas usaha belajar ang dilakukan oleh siswa. Hawley (Yusuf 2003:14) menyatakan bahwa para siswa yang memiliki moivasi yang tinggi, belajarna lebih baik dibandingkan dengan para siswa yang memiliki mootivasi yang rendah. Hal ini berari siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan tekun dalam belajar dan terus belajar secara continue anpa mengenal putus asa serta dapat mengesampungkan hal-hal yang dapat menggaggu kegiatan belajar mengajar.
Menurut Sudirman (2004:83) fungsi motivasi adalah :
1. Mendorong manusia untuk berbuat. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
2. Menentukan arah perbuatan, yaitu kearah ujuan yang hendak dicapai, dengan demikian motivasi dapat member arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
3. Menyeleksi perbuatan, yaitu menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
Jenis-jenis motivasi belajar menurut Sudirman AM(2001:88-90) motivasi dibagi menjadi dua tipe atau kelompok, yaitu intrinsic dan ekstrinsik :
1. Motivasi intrinsic
Merupakan motive-motive yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam dirri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Contohnya seseorang yang senang membaca tidak usah disuruh atau mendorongnya,ia sudah rajin membaca buku untuk dibacanya.
2. Motivasi extrinsic
Merupakan motif-motif yang aktif yang berfungsinya karena adanya rangsangan dari luar. Contohnya seseorang itu belajar, karena tahu besok pagi ada ujian dengan harapan akan mendapat nilai baik, atau agar ingin mendapat hadiah. Jika kalau diliat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukannya, tidak secara langsung bergayut (menempel) dengan essensi apa yang dilakukannya itu.
2.2 Disiplin
Displin bagi peserta didik adalah hal yang rumit dipelajari sebab merupakan hal yang kompleks banyak kaitannya, yaitu terkait dengan pengetahuan sikap dan perilaku. Masalah disiplin yang dibahas dalam penelitian ini adalah disiplin yang dilakukan oleh para siswa dalam kegiatan belajarnya banyak dirumah maupun disekolah.
Adapun pengertian disiplin yaitu :
1) Menurut Ekosuswoyo dan Rachman (2000:97), disiplin hakikatnya adalh pernyataan sikap mental individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan.
2) Menurut Arikunto (1990:144), didalam pembicaraan disiplin dikenal dengan dua istilah yang pengertiannya hampir sama tetapi pembentukannya secara berurutan. Kedua istilah itu adalah displin dan ketertiban. Ketertiban menunjuk kepada kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan dan tata tertib karena didorong oleh sesuatu dari luar misalnya karena ingin mendapat pujian dari atasan. Selanjutnya pengertian disiplin atau siasat menunjuk pada kepatuhan seseorang dalam mengikuti tata tertib karena didorong kesadaran yang ada pada kata hatinya. Itulah sebabnya biasanya ketertiban itu terjadi dahulu, kemudian berkembang menjadi siasat.
3) Menurut Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) (1997:11), maka kata disiplin dapat dipahami dalam kaitannya dengan latihan yang memperkuat, koreksi dan sanksi, kendali atau terciptanya keterlibatan dan keteraturan, serta system aturan tata laku.
Adapun indicator yang dapat menunjang disiplin belajar, yaitu :
1) Menaati tata tertib Sekolah
2) Perilaku kedisiplinan didalam kelas
3) Disiplin dalam menepati jadwal belajar
4) Belajar secara teratur
2.3 Prestasi Belajar
Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar diperlukan adanya evaluasi yang nantinya akan dijadikan sebagai tolak ukurmaksimal yang telah dicapai siswa setelah melakukan kegiatan belajar mengajar selama waktu yang telah ditentukan. Apabila pemberian materi telah cukup , guru dapat melakukan test yang hasilnya akan digunakas sebagai ukuran dari prestasi belajar yang bukan hanya terdiri dari nilai mata pelajaran saja tetapi juga mencakup nilai tingkah laku siswa selama berlangsungnya proses belajar mengajar.
Menurut Slameto (2003:54-71) ada beberapa factor yang mempengaruhi belajar anak antara lain :
1. Factor-factor intern, meliputi : F. jasmaniah, f.psikologis, f. kelelahan.
2. Factor-factor extern, meliputi : f. keluarga, f. sekolah, f. masyarakat.
2.4 Kerangka Berfikir
Adapun bagan-bagannya yaitu :
Motivasi
1) Cita-cita
2) Kemampuan belajar
3)
Kondisi Siswa 4) Kondisi Lingkungan
5) Unsur-unsur dinamis dalam belajar
6) Upaya guru membelajarkan siswa
Prestasi belajar
Dilihat dari rata-rata nilai raport.Disiplin belajar
1. Menanti tata tertib sekolah
2. Perilaku kedisiplinan didalam kelas
3. Disiplin dalam menepati jadwal belajar
4. Belajar secara teratur
2.5 Hipotesis
Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara (suharsimi Arikunto). Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah : “ Ada Pengaruh Yang Signifikan Antara Motivasi Dan Disiplin Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas Vii Smp N 30 Pematang Gajah Muaro Jambi Tahun Ajaran 2010/2011 “.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Populasi Penelitian
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian Tarmdizi Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 30 Pematang Gajah Muaro Jambi Tahun Ajaran 2010/2011.
Table 3.1
Populasi Penelitian
| NO | Kelas | L | P | Jumlah |
| 1 | VII IPA I | 12 | 31 | 43 |
| 2 | VII IPA II | 13 | 30 | 43 |
| 3 | VII IPA III | 13 | 30 | 43 |
| 4 | VII IPS I | 19 | 23 | 43 |
| 5 | VII IPS II | 20 | 23 | 43 |
| 6 | VII IPS III | 20 | 23 | 43 |
| 7 | VII Bahasa | 17 | 24 | 41 |
|
| Jumlah | 114 | 184 | 298 |
3.2 Sampel Penilain
4. Sampel merupakan sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti oleh saudara Tarmidzi . untuk mengetahui jumlah sampel yang akan diambil dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus slovin, yaitu :
5. 
6. Keterangan :
7. n = ukuran sample
8. N = ukuran populasi
9. e = persen kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sample yang masih ditaksir atau diinginkan 100%.
10. 
11. Karena populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII yang terbagi dalam 7 kelas dengan banyak siswa.
3.3 Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Studi ini dapat digolongkan ke dalam studi kuasi-eksperimental. Rancangan yang digunakan adalah dalam kelompok tack desain pretest-posttest yang melibatkan kelompok mahasiswa yang berasal dari kelompok eksperimen dan satu milik kelompok kontrol. Dalam studi ini, perlakuan yang diberikan adalah penerapan pembelajaran kooperatif dalam proses belajar mengajar.
3.4 Variable Study
4.Simak
5.Baca secara fonetik
Ada dua variabel. Mereka adalah variabel bebas dan terikat. Variabel bebas dari penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif. Variabel ini diwakili oleh X. variabel dependen adalah motivasi siswa yang diwakili oleh Y.
The design of the research can be shown in this table.
| Group | Independent | Dependent |
| Percobaan | X | Y |
| Kontrol | - | Y |
3.5 Populasi dan Desain Penelitian
Populasi pada penelitian ini adalah dua kelas dari siswa kelas VII SMP N 30 Pematang Gajah Kabupaten Muaro Jambi Tahun Ajaran 2010/2011.
| No. | Klasifikasi Kelas (Group) | Jumlah Siswa |
| 1. | 2 A | 40 students |
| 2. | 2 B | 40 tudents |
Kelompok seleksi untuk percobaan dan non-eksperimen (kelompok kontrol) akan menggunakan lempar koin. Kelompok eksperimen akan diberikan kegiatan pembelajaran kooperatif dan tidak ada pengobatan untuk kelompok kedua. Berikut adalah distribusi pengobatan dalam penelitian.
| Group | Kelas | Perlakuan | Jumlah Siswa |
| Percobaan | 2A | Pembelajaran Kooperative | 40 |
| Kontrol | 2B | - | 40 |
3.6 Instrumen Penelitian
1. Instrumen Penelitian
Penelitian ini akan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian untuk mendapatkan data untuk melihat hasil yang signifikan antara motivasi siswa.
2. Validitas Instrumen
Untuk melihat validitas instrumen, peneliti menggunakan rumus Korelasi Product Moment.
3. Keandalan dari instrumen
Peneliti menggunakan Formula Alpha untuk memeriksa keandalan instrumen.
3.7 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner motivasi untuk memahami motivasi siswa terhadap pembelajaran bahasa Inggris sebelum dan sesudah perlakuan, sebuah kuesioner yang berisi beberapa item yang dikembangkan oleh peneliti.
3.8 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah meneliti efek dari hasil kuesioner motivasi. Adapun analisis kuesioner motivasi, respon setiap siswa terhadap beberapa item dalam kuesioner dinilai dengan bantuan perangkat lunak komputer SPSS. Hasil statistik dari kuesioner tersebut dibandingkan untuk percobaan dan analisis kelompok kontrol.
PENUTUP
Kesimpulan
Jadi, motivasi merupakan hal sangat penting dalam rangka seseorang menjalankan hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan dirinya. Ada banyak hal yang perlu dilakukan seseorang dalam rangka mengembangkan dirinya sendiri, namun bilasemua usaha itu tidak dilakukan dengan motivasi yang kuat, maka hasilnya pun tidak akan memuaskan sebagaimana yang diharapkan. Seperti yang diungkapkan oleh Mc Donald dalam Oemar Hamalik (2003:106) yang menyatakan bahwa motivasi merupakan perubahan energy didalam pribadi seseorang yang ditandai dengan afektid atau perasaan dan reaksi untuk mencapai suatu tujuan.
DAFTAR PUSTAKA
Hamalik, Oemar. 2003. Prinsip-prinsip Managemen. Terjemahan J mith D. F. M. Jakarta : Bumu Aksara
Arikunto, Suharsimi. 1990. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Hamalik, Oemar. 2003. Prinsip-prinsip Managemen. Terjemahan J mith D. F. M. Jakarta : Bumu Aksara
Ibid . Hamalik, Oemar. 2003. Prinsip-prinsip Managemen. Terjemahan J mith D. F. M. Jakarta : Bumu Aksara
Arikunto, Suharsimi. 1990. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi. Jakarta : PT. Rineka Cipta